Logo 1
Logo 2
Logo 3
E-Jobsheet Praktikum

PEMBUATAN
ROTI MANIS

Sweet Bread Production

Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

📋 Kode Unit SKKNI: THP.OO03.084.01 — Melakukan Proses Produksi Roti

🎓 Program Keahlian: Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP)

📚 Kelas: XII

Alokasi Waktu: 6 × 45 Menit (270 Menit)

SMK NEGERI 1 ARJASARI

Kabupaten Bandung  |  Tahun Ajaran 2026/2027

Bagian 01

📋 Daftar Isi

Daftar isi e-jobsheet praktikum pembuatan roti manis

Bagian 02

🎯 Tujuan Praktikum

Kompetensi yang harus dicapai setelah praktikum

🎯

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan praktikum ini, siswa diharapkan mampu:

📋

Kompetensi Dasar

AspekKompetensi
Kode UnitTHP.OO03.084.01
Judul UnitMelakukan Proses Produksi Roti
Deskripsi UnitUnit kompetensi ini untuk proses produksi suatu agroindustri khususnya terkait dengan prasyarat kompetensi pekerjaan memproduksi roti.
Bagian 03

📖 Dasar Teori

Landasan teori pembuatan roti manis

🍞

Pengertian Roti Manis

Roti manis (sweet bread) adalah jenis roti yang menggunakan gula dalam jumlah yang relatif tinggi (minimal 12% dari berat tepung), sehingga menghasilkan rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Roti manis termasuk dalam kategori enriched bread karena mengandung tambahan lemak (mentega/margarin) dan telur yang membuat adonan lebih kaya.

Ciri khas roti manis: Tekstur lembut (soft), rasa manis, warna kulit kecoklatan, aroma harum, dan umur simpan lebih lama dibanding roti tawar biasa.
🧪

Fungsi Bahan dalam Roti Manis

BahanFungsiPengaruh
Tepung teriguMemberikan struktur (gluten)Protein tinggi = gluten kuat, volume besar
Gula pasirPemanis, makanan ragi, warna kulitKelembutan, Maillard reaction
MentegaMelembutkan, menambah rasaMenghambat gluten, tekstur empuk
TelurEmulsifier, protein tambahanWarna, aroma, kelembutan
Susu bubukMenambah rasa dan warnaKelembutan, nutrisi ragi
RagiAgar adonan mengembangFermentasi CO₂, volume roti
GaramPenambah rasa, mengontrol ragiMemperkuat gluten
Air/susu cairHidrasi tepung, aktivasi ragiKonsistensi adonan
🔄

Tahapan Proses Pembuatan Roti

Scaling
Mixing
Fermentasi 1
Dividing
Rounding
Resting
Shaping
Proofing
Baking
Cooling
Catatan: Setiap tahapan memiliki pengsignifikan terhadap kualitas akhir produk. Kesalahan pada satu tahap dapat mempengaruhi hasil seluruh proses.
Bagian 04

📊 Baker's Percentage

Perhitungan formula roti manis berbasis persentase baker

📊

Apa itu Baker's Percentage?

Rumus Baker's Percentage

Baker's Percentage adalah sistem perhitungan di mana setiap bahan dinyatakan sebagai persentase dari berat tepung (tepung selalu = 100%).

% Bahan = (Berat Bahan ÷ Berat Tepung) × 100%

🍞

Formula Roti Manis (Basis: 1.000g Tepung)

NoBahanBaker's %Berat
Bahan A
1Tepung terigu protein tinggi90%900 g
2Tepung terigu protein rendah10%100 g
3Gula22%220 g
4Bread Improver0,5%5 g
5Milk Powder5%50 g
6Ragi2–3%20–30 g
7Kuning telur2 buah
8Telur utuh2 butir
9Air es45%450 ml
Bahan B (ditambahkan setelah setengah kalis)
10Margarin15%150 g
11Garam1,2%12 g
Tips: Gunakan air dingin (4-10°C) saat mixing untuk mencegah adonan terlalu panas akibat gesekan mixer. Suhu akhir adonan ideal: 24-28°C.
⚠️

K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

Hati-hati menggunakan peralatan/benda tajam dan terhubung arus listrik. Cuci tangan sebelum bekerja, pastikan peralatan yang digunakan bersih sebelum dan sesudah digunakan serta perhatikan dan patuhi peraturan laboratorium yang lain.

🔥
Suhu tinggi: Gunakan sarung tangan saat mengeluarkan loyang dari oven. Jaga jarak aman dari permukaan panas.
Listrik: Pastikan tangan kering saat menyentuh saklar atau steker. Periksa kabel secara berkala.
🧹
Kebersihan: Cuci tangan sebelum bekerja. Pastikan peralatan bersih sebelum dan sesudah digunakan.
🔪
Alat tajam: Hati-hati saat menggunakan pisau, roller, atau scrapper. Simpan di tempat yang aman setelah digunakan.
📋
Peraturan lab: Patuhi seluruh peraturan laboratorium yang berlaku selama praktikum berlangsung.
Bagian 05

🔧 Alat dan Bahan

Peralatan dan bahan yang diperlukan untuk praktikum

🔧

Peralatan

NoNama AlatFungsiPetunjuk Penggunaan
1MixerMencampur dan menguleni adonanGunakan speed rendah saat awal pencampuran, naikkan bertahap. Pastikan hook/pengaduk terpasang dengan benar sebelum dinyalakan.
2TimbanganMenimbang bahanKalibrasi (nol-kan) sebelum digunakan. Letakkan di permukaan rata. Gunakan wadah terpisah untuk setiap bahan.
3OvenMemanggang rotiPanaskan (pre-heat) 15–20 menit sebelum digunakan sesuai suhu yang ditentukan. Jangan membuka pintu terlalu sering saat proses pemanggangan.
4BaskomWadah bahan dan adonanGunakan baskom stainless steel atau plastik food-grade. Pastikan kering dan bersih sebelum digunakan.
5LoyangTempat memanggang rotiOlesi tipis dengan margarin atau alasi baking paper agar roti tidak lengket. Jangan mengisi terlalu penuh (sisakan ruang untuk mengembang).
6Tray pendinginMendinginkan roti setelah matangLetakkan roti segera setelah keluar dari oven. Pastikan ada sirkulasi udara di bawah tray agar uap tidak mengembun.
7Gelas ukurMengukur bahan cairBaca skala ukur sejajar mata. Gunakan gelas ukur terpisah untuk air es dan bahan cair lainnya.
8SpatulaMengaduk dan mengambil adonanGunakan spatula plastik/silikon untuk mengaduk. Bersihkan sisa adonan yang menempel secara berkala.
9RollerMemipihkan adonanTaburi sedikit tepung pada permukaan roller agar adonan tidak lengket. Gilas dari tengah ke luar dengan tekanan merata.
10ScrapperMemotong dan mengangkat adonanGunakan sisi lurus untuk memotong adonan dan sisi lengkung untuk membersihkan baskom. Jangan digunakan untuk menggaruk permukaan teflon.
11SendokMengambil dan menuang bahanGunakan sendok kering untuk bahan kering (gula, ragi, susu bubuk). Jangan mencampur sendok basah ke wadah bahan kering.
12SaringanMengayak tepungAyak tepung dari ketinggian ±20 cm agar udara masuk merata. Ketuk-ketuk perlahan agar tepung turun sempurna.
🌾

Bahan

NoBahanJumlah
Bahan A
1Tepung terigu protein tinggi900 g
2Tepung terigu protein rendah100 g
3Gula220 g
4Bread Improver5 g
5Milk Powder50 g
6Ragi20–30 g
7Kuning telur2 buah
8Telur utuh2 butir
9Air es450 ml
Bahan B
10Margarin150 g
11Garam12 g
Bahan Filling/Isian
12CokelatSecukupnya
13KejuSecukupnya
Bagian 06

👨‍🍳 Langkah Kerja

15 tahap proses pembuatan roti manis — ikuti secara berurutan

1

Siapkan Alat dan Bahan

⏱ 15 menit

Siapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan di meja kerja yang bersih. Pastikan semua peralatan dalam kondisi bersih dan steril.

2

Timbang Bahan

⏱ 10 menit

Timbang bahan sesuai resep yang diberikan. Pisahkan Bahan A dan Bahan B.

3

Campur Bahan A

⏱ 5 menit

Masukkan semua Bahan A (kecuali telur dan air) ke dalam mixer. Aduk hingga tercampur rata.

4

Tambahkan Telur dan Air

⏱ 5–7 menit

Masukkan telur dan air es hingga tercampur sempurna sampai setengah kalis.

5

Tambahkan Bahan B

⏱ 5–10 menit

Masukkan Bahan B (margarin dan garam), aduk hingga kalis (adonan elastis, tidak robek saat ditarik, warna mengkilat).

💡 Window Pane Test: Ambil sedikit adonan, regangkan perlahan. Jika adonan bisa membentuk lapisan tipis transparan tanpa sobek → adonan sudah kalis sempurna ✓
6

Istirahatkan Adonan I

⏱ 10 menit

Istirahatkan adonan dengan ditutup plastik kurang lebih 10 menit.

7

Timbang dan Bulatkan

⏱ 10 menit

Timbang adonan sesuai kebutuhan (30/50 g/pcs), bulatkan adonan.

8

Istirahatkan Adonan II

⏱ 10 menit

Istirahatkan adonan dengan ditutup plastik selama 10 menit agar gluten relax.

9

Kempiskan dan Bentuk

⏱ 10 menit

Kempiskan adonan, bentuk adonan sesuai selera (bulat, oval, isi cokelat/keju, dll).

10

Susun di Loyang

⏱ 5 menit

Susun adonan di atas loyang yang sudah diolesi margarin/alas kertas roti dengan jarak ±3 cm antar adonan.

11

Proofing

⏱ 45 menit  |  🌡️ 40°C

Proofing dengan suhu 40°C selama 45 menit atau sampai adonan mengembang 2× lipat.

💡 Tanpa Proofer: Letakkan loyang di dalam oven yang dimatikan bersama semangkuk air panas di bagian bawah.
12

Keluarkan dari Proofer

Keluarkan loyang dari proofer dengan hati-hati, jangan diguncang.

13

Baking

⏱ 10 menit  |  🌡️ 170°C

Panggang adonan selama 10 menit di dalam oven dengan suhu 170°C.

💡 Indikator Roti Matang: Warna kuning keemasan merata, ketuk bagian bawah → bunyi berongga, aroma khas roti manis tercium.
14

Dinginkan

⏱ 15–20 menit

Keluarkan dari oven, dinginkan tanpa dikipas pada suhu ruang menggunakan tray pendingin.

⚠️ JANGAN mengemas roti dalam keadaan panas! Uap air akan menyebabkan roti lembek dan berjamur lebih cepat.
15

Kemas

Setelah dingin, kemas roti dalam plastik PP atau standing pouch. Beri label nama produk dan tanggal produksi.

Bagian 07

📝 Lembar Pengamatan Proses

Catatan data selama proses praktikum berlangsung

📊

Pengamatan Selama Proses

NoParameterHasil PengamatanStandar
1Suhu adonan setelah mixing26–28°C
2Waktu fermentasi I45–60 menit
3Volume adonan setelah fermentasi I2× lipat
4Berat per potong adonan±50 gram
5Waktu proofing45–60 menit
6Suhu oven170–180°C
7Waktu baking12–15 menit
8Jumlah produk yang dihasilkan18–20 potong
Bagian 08

Evaluasi Organoleptik

Penilaian kualitas produk berdasarkan uji sensori

NoParameterSkor (1-4)
1Volume
4=Mengembang besar 3=Cukup 2=Kurang 1=Bantat
2Warna Kulit
4=Kuning keemasan merata 3=Cukup 2=Tidak merata 1=Gosong/pucat
3Tekstur
4=Lembut elastis 3=Cukup lembut 2=Agak keras 1=Keras/bantat
4Aroma
4=Harum khas roti manis 3=Cukup harum 2=Kurang harum 1=Bau asam
5Rasa
4=Manis seimbang enak 3=Cukup manis 2=Kurang/terlalu manis 1=Tidak enak
6Pori-pori (crumb)
4=Halus merata 3=Cukup halus 2=Kasar tidak merata 1=Berlubang besar

Total Skor: 0 / 24

Rentang SkorKategori
21–24Sangat Baik ⭐
16–20Baik ✓
11–15Cukup
6–10Kurang ✕
Bagian 09

Penilaian Psikomotorik

Rubrik penilaian keterampilan praktikum

NoAspek PenilaianSkor (1–4)
1Persiapan alat dan bahan (kelengkapan, kebersihan)
2Penimbangan bahan (akurasi, kerapihan)
3Proses mixing dan kneading (teknik, window pane)
4Penanganan fermentasi (suhu, waktu, indikator)
5Pembentukan adonan (keseragaman, kerapihan)
6Proses proofing (kontrol kondisi)
7Proses baking (kontrol suhu dan waktu)
8Penerapan K3 selama praktikum
9Hasil produk akhir (kualitas organoleptik)
10Kebersihan area kerja setelah praktikum

Total Skor: 0 / 40

Rentang SkorKategori
34–40Sangat Terampil ⭐
26–33Terampil ✓
18–25Cukup Terampil
10–17Kurang Terampil ✕
Bagian 10

Evaluasi Kognitif

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan lengkap!

1 Jelaskan mengapa tepung terigu protein tinggi dipilih untuk pembuatan roti manis!

2 Apa fungsi gula dalam formula roti manis? Mengapa kadar gula >30% justru menghambat fermentasi?

3 Jelaskan tujuan dilakukannya window pane test pada tahap kneading!

4 Mengapa suhu adonan harus dijaga di bawah 30°C saat mixing?

5 Apa perbedaan antara fermentasi I (floor time) dan fermentasi II (proofing)?

6 Sebutkan minimal 3 indikator kematangan roti manis saat proses baking!

7 Mengapa roti tidak boleh dikemas saat masih panas?

8 Apa yang terjadi jika proofing dilakukan terlalu lama (over-proofing)?

Bagian 11

Upload Materi & Tugas

Halaman upload materi pembelajaran dan tugas siswa

🔒

Akses Terbatas

Fitur upload hanya untuk guru. Silakan login sebagai guru untuk mengupload materi.

Daftar Materi & Video

📄

Belum ada materi yang diupload

Admin Panel — Data Siswa

E-Jobsheet Pembuatan Roti Manis — SMKN 1 Arjasari

0
Pengamatan
0
Organoleptik
0
Psikomotorik
0
Kognitif
0
Total Semua
Loading...

Memuat data...